Habis makan gorengan yang masih kriuk-kriuk, rasanya memang paling mantap kalau langsung disambut es teh atau minuman dingin. Tapi dari sinilah muncul mitos yang sering kita dengar sejak dulu: “Jangan minum es setelah makan gorengan, nanti tenggorokan sakit!” Sekilas memang masuk akal, apalagi kalau setelahnya tenggorokan terasa gatal, seret, atau seperti ada yang mengganjal. Namun, apakah benar kombinasi gorengan dan minuman dingin bisa bikin tenggorokan lebih gampang sakit? Jawabannya ternyata nggak sesederhana itu. Secara ilmiah, minuman dingin bukan penyebab langsung infeksi atau radang tenggorokan. Bahkan, minuman dingin pada beberapa orang justru bisa membantu mengurangi rasa nyeri dan memberikan sensasi menenangkan pada tenggorokan.
Beberapa poin menarik yang perlu kamu tahu:
1. Minum es bukan otomatis bikin infeksi tenggorokan. Tenggorokan sakit paling sering disebabkan oleh infeksi virus, seperti flu dan pilek, bukan karena suhu minuman yang dingin. Penelitian yang dirangkum PubMed juga tidak menemukan bukti bahwa konsumsi makanan atau minuman dingin menyebabkan infeksi saluran pernapasan atas.
2. Gorengan juga bukan “biang keladi” tunggal. Makanan berminyak memang bisa terasa kurang nyaman bagi sebagian orang, terutama jika dikonsumsi berlebihan. Namun, tenggorokan sakit memiliki banyak kemungkinan penyebab lain, mulai dari infeksi, alergi, udara kering, asap rokok, sampai asam lambung yang naik.
3. Sensasi dingin bisa terasa berbeda pada setiap orang. Ada orang yang merasa tenggorokannya makin “ngilu” setelah minum es, tetapi ada juga yang justru merasa lebih nyaman. Cleveland Clinic bahkan menyebut cairan dingin dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan pada tenggorokan.
4. Yang perlu diperhatikan justru kondisi tenggorokanmu. Kalau tenggorokan memang sedang sensitif atau sudah mengalami iritasi, makanan tertentu bisa terasa lebih mengganggu. Jadi, kalau setelah makan gorengan dan minum es kamu merasa tidak nyaman, bukan berarti es secara otomatis menyebabkan sakit tenggorokan. Bisa saja tenggorokan memang sedang mengalami iritasi atau ada penyebab lain.
5. Air putih tetap pilihan aman. Apa pun suhu minumannya, menjaga tubuh tetap terhidrasi lebih penting. Kalau tenggorokan sedang terasa tidak enak, kamu bisa memilih minuman hangat atau dingin sesuai mana yang terasa paling nyaman. Mayo Clinic juga menyebut minuman hangat maupun makanan dingin seperti es loli dapat membantu meredakan rasa tidak nyaman pada tenggorokan.
Fakta yang cukup menarik, ternyata “minum es bikin sakit tenggorokan” justru berlawanan dengan beberapa rekomendasi untuk meredakan gejala. Suhu dingin dapat memberikan efek menenangkan sementara pada jaringan tenggorokan yang terasa nyeri, mirip seperti kompres dingin yang membantu mengurangi rasa sakit. Jadi, kalau setelah makan gorengan kamu langsung menyeruput es dan beberapa saat kemudian tenggorokan terasa kurang nyaman, jangan buru-buru menyalahkan esnya. Bisa jadi kamu sedang mengalami iritasi karena berbagai faktor, atau memang kebetulan tubuh sedang mulai menghadapi infeksi. Yang juga penting, gorengan yang terlalu pedas atau makanan tertentu dapat mengiritasi tenggorokan pada sebagian orang. Bahkan, refluks asam lambung juga diketahui dapat menyebabkan tenggorokan terasa sakit atau mengganjal. Jadi, hubungan “gorengan + es = sakit tenggorokan” lebih tepat disebut sebagai mitos jika dianggap sebagai penyebab langsung. Meski begitu, kalau kamu punya pengalaman pribadi bahwa minuman dingin membuat tenggorokan terasa kurang nyaman, tidak ada salahnya memilih suhu minuman yang paling cocok untuk tubuhmu.
Jadi, mulai sekarang nggak perlu langsung panik ketika habis makan gorengan lalu minum es. Minum es setelah gorengan tidak terbukti secara langsung membuat tenggorokan lebih gampang sakit. Yang lebih penting adalah menjaga pola makan tetap seimbang, cukup minum, dan memperhatikan kondisi tubuh. Kalau sakit tenggorokan berlangsung lama, semakin berat, atau disertai kesulitan menelan maupun bernapas, sebaiknya jangan dianggap sekadar efek gorengan dan es.